Category Archives: Perkembangan Islam

KERAJAAN ISLAM DI SOLOR-ALOR-LEMBATA-ADONARA-PANTAR NTT

pulau solor

pulau solor

Saat ini, wilayah kepulauan Solor yang terdiri atas Pulau Solor, Pulau Adonara, Pulau Lembata, Pantar, Alor dan beberapa pulau kecil di sekitarnya, lebih dipengaruhi oleh kebudayaan Katolik. Tetapi siapa kira, kalau kawasan yang meliputi tiga Kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT) itu, pernah mendapat pengaruh kuat dari beberapa kerajaan Islam di Maluku, Jawa dan Sulawesi sejak abad ke-15.

Seorang sosiolog dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Drs. Syarifuddin Gomang, MHons, dalam sebuah tulisannya, menghubungkan perkembangan di gugusan kepulauan itu dengan perkembangan salah satu kerajaan Islam di timur yakni Ternate. Tersebutlah, pengganti Sultan Baabullah yang membalas kematian ayahnya Sultan Hairun, yang dibunuh Portugis, dengan mengepung Portugis dalam benteng di Ternate dan mengambil alih benteng pada tahun 1574. Read the rest of this entry

Menyelisik Sejarah Masuknya Islam ke Indonesia

Setidaknya, ada enam pendapat tentang masuknya Islam ke Indonesia.

Pertama, Islam yang masuk dan berkembang di Indonesia berasal dari Jazirah Arab atau bahkan dari Makkah pada abad ke-7 M, pada abad pertama Hijriah. Pendapat ini adalah pendapat Hamka, salah seorang tokoh yang pernah dimiliki Muhammadiyah dan mantan ketua MUI periode 1977-1981. Hamka yang sebenarnya bernama Haji Abdul Malik bin Abdil Karim mendasarkan pendapatnya ini pada fakta bahwa mazhab yang berkembang di Indonesia adalah mazhab Syafi’i.

Menurutnya, mazhab Syafi’i berkembang sekaligus dianut oleh penduduk di sekitar Makkah. Selain itu, yang tidak boleh diabaikan adalah fakta menarik lainnya bahwa orang-orang Arab sudah berlayar mencapai Cina pada abad ke-7 M dalam rangka berdagang. Hamka percaya, dalam perjalanan inilah, mereka singgah di kepulauan Nusantara saat itu.

Kedua, Islam dibawa dan disebarkan di Indonesia oleh orang-orang Cina. Mereka bermazhab Hanafi. Pendapat ini disimpulkan oleh salah seorang pegawai Belanda pada masa pemerintahan kolonial Belanda dulu. Read the rest of this entry

Sejarah perkembangan Islam di Lombok

pulau lombok

pulau lombok

Nusa Tenggara Barat adalah sebuah provinsi di Indonesia. Sesuai dengan namanya, provinsi ini meliputi bagian barat Kepulauan Nusa Tenggara. Dua pulau terbesar di provinsi ini adalah Lombok yang terletak di barat dan Sumbawa yang terletak di timur. Ibu kota provinsi ini adalah Kota Mataram yang berada di Pulau Lombok.

Sebagian besar dari penduduk Lombok berasal dari suku Sasak, sementara suku Bima dan Sumbawa merupakan kelompok etnis terbesar di Pulau Sumbawa. Mayoritas penduduk Nusa Tenggara Barat beragama Islam (96%).
Islam secara teologis, merupakan sistem nilai dan ajaran yang bersifat Ilahiyah dan transenden. Sedangkan dari aspek sosiologis, Islam merupakan fenomena peradaban, kultural dan realitas sosial dalam kehidupan manusia. Dialektika Islam dengan realitas kehidupan sejatinya merupakan realitas yang terus menerus menyertai agama ini sepanjang sejarahnya. Sejak awal kelahirannya, Islam tumbuh dan berkembang dalam suatu kondisi yang tidak hampa budaya. Realitas kehidupan ini –diakui atau tidak—memiliki peran yang cukup signifikan dalam mengantarkan Islam menuju perkembangannya yang aktual sehingga sampai pada suatu peradaban yang mewakili dan diakui okeh masyarakat dunia.

Aktualisasi Islam dalam lintasan sejarah telah menjadikan Islam tidak dapat dilepaskan dari aspek lokalitas, mulai dari budaya Arab, Persi, Turki, India sampai Melayu. Masing-masing dengan karakteristiknya sendiri, tapi sekaligus mencerminkan nilai-nilai ketauhidan sebagai suatu unity sebagai benang merah yang mengikat secara kokoh satu sama lain. Islam sejarah yang beragam tapi satu ini merupakan penerjemahan Islam universal ke dalam realitas kehidupan umat manusia. Read the rest of this entry

kerajaan simalungun dan siantar

Mengenal kerajaan siantar

A. Sejarah Singakat Kerajaan Siantar.
Menurut sejarah dan cerita rakyat/legenda mengungkapkan bahwa dizaman dahulu berdidri suatu kerajaan yang bernama kerajaan Nagur, sekitar tahun 500-1300 yang mempunyai wilayah kerajaan atau kekuasaan di wilayah pantai Timur Pulau Sumatera Utara sampai kepedalaman. Sebelah utara berbatasan dengan Aceh di Besitang, sebelah timur brbatasan dengan sungai Siak Seri Indrappura, sebelah Timur laut berbatasan dengan selat malaka, sebelah selatan berbatasan dengan Tapanuli, dan sebelah berat berbatasan dengan Tanah Karo.

Sejrah kerajaan Nagur ini terlihat pada beberapa ungkapan dan penelitian para sejarawan anatara lain menyebutkan :

1. Marcopolo pengembara dari Venesia ke tiongkok, kira-kira tahun 1260-1269 M, menyebutkan namu satu kerajaan yang diketahuinya berada di pulau Sumatera bagian Timur adalah, kerajaan Nagore/Nakuere.
2. Buzurung bin syahriar dari Persi akhir abadke X Masehi, dalam catatan penelitiannnya tertulis menybut negeri Nakus.
3. Ferdinan Menzes Pinto dari portugis pada tahun 1530 M, mencatat dalam bukunya adalah kerajaan Nagur pada abad ke XII dipimpin seorang raja nama Soritilu , mempunyai banayk Bandar/ pelabuhan sebgai pertahanan di sekitar pantai Timur Sumatera. Pernah mengalami pertempuran yang serudengan Juang Tiongkok diperairan selat Malaka sekitar pantai timur Sumatera.[1]

Selama kejayaan kerajaan Nigur dalam sejarah tercapainya kesatuan ukum adat , baik dalam penataan susunan masyarakat maupun jenis kebudayaan yang berlaku diwilayah suku simalungun. Demikian juga pemimpin-pemimpin wilyah yang disebut Pertuanaon dan Parbapaon memegang kekuasaan di wilayah, diduki oleh sanak keluarga dalam suku simalungun “Tolu Sahundulan Lima Saudaran”. Dan dasar ini lah sebagai garisan, pedoaman dalam mengatur serta menata kehidupan hingga melembaga yang disebut dengan “Harungan Bolon”. Artinya ; wadah masyarakat Simalungun untuk musyawarah dan mufakat. Read the rest of this entry

Sejarah India Muslim di Malaysia

masjid india malaysia

masjid india malaysia

Seeni Naina Mohamed memberi gambaran tentang sejarah India Muslim di Malaysia melalui penulisan Indian Muslims in Penang: Role and Contributions. Katanya, sebelum 1786, India Muslim telah pun menjalankan operasi perniagaan di Kuala Kedah. Bandar Georgetown menjadi tumpuan 1000 peniaga India Muslim berkumpul menjalankan aktiviti jual beli.

Pulau Pinang mencatatkan sejarah unik kemasukan India Muslim pada kurun ke 18. Kemasukan mereka secara beramai-ramai direkodkan lebih awal dari kemasukan orang British.

India Muslim diwakili lebih dari satu etnik

Perkataan India Muslim membawa maksud terdapat lebih dari satu etnik keturunan India yang beragama Islam berada di Pulau Pinang dan Malaysia. Tidak ada perbezaan dari sudut kuasa, kekayaan, tingkat sosial antara satu etnik dengan etnik India Muslim yang lain. Read the rest of this entry

  • Sejak 16 Pebruari 2013

    HTML hit counter - Quick-counter.net
  • Ikuti

    Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

    Bergabunglah dengan 31 pengikut lainnya.