Pemain Asal Kamerun Abanda Herman Masuk Islam

Persib logo

Pemain palang pintu Persib Bandung asal Kamerun, Abanda Herman, Kamis sore berikrar masuk Islam. Prosesi pengislaman pemain jangkung ini berlangsung di Mesjid Nurul Iman, Kiaracondong, Bandung, Jawa Barat. Dipandu KH Jujun Junaedi,M.Ag, Abanda mengucapkan dua kalimat sahadat. “ Alhamdulillah, bek tangguh dan jangkung kini sudah masuk Islam,“ komentar warga setempat.

Prosesi ikrar syahadat yang diucapkan Abanda Herman mantan pemain Persija ini berlangsung pukul 15:30 Wib. Disaksikan manajer Hj. Umuh Muhtar, pelatih Jajang Nurjaman, serta ketua DPRD Kota Bandung Erwan Setiawan, Abanda mengucapkan kalimat syahadat dengan nada terputus putus.

Usai berikrar, Abanda pun mengaku lega, kemudian dia mendapat ucapan selamat, baik dari pengurus Persib, dan pemainya, juga warga setempat. Bahkan warga pengajian pun serempak mengucapkan selamat. “Kang Abanda kita kini seikhwan,“ celetuk bobotoh Persib yang usia belasan tahun di mesjid tersebut.

Jujun Jkunaedi, menegaskan, pihaknya akan terus membimbing Abanda Herman. “ Dia sudah mualaf, jadi perlu bimbingan. Kami siap memberikan bimbingan kepada pemain Persib ini,“ tandas jujun yang sekaligus Dosen Fakultas Dakwah UIN SGD Bandung.

dari sini

Ini Alasan Abanda Herman Masuk Islam

Manajer Persib Bandung, Umuh Muhtar, mengaku sangat terharu dan bahagia, karena selama memimpin tim Persib, baru kali ini ada seorang pemain asing yang menyatakan diri sebagai mualaf. Hal itu diungkapkan Umuh, saat menjadi saksi pengucapan syahadat yang dilakukan oleh bek Persib, Abanda Herman.

“Sebetulnya sudah lama Abanda menginginkan masuk Islam, tapi saya memberi waktu kepada dia agar merenungkan kembali hal itu, jangan sampai dia pindah keyakinan karena keterpaksaan. Namun dia benar-benar mengungkapkan bahwa dirinya sangat serius dan penuh kesadaran hati ingin memeluk Islam. Saya pun menyambut gembira dan haru,” kata Umuh dengan mata berkaca-kaca di depan jemaah.

Hal yang sama diungkapkan pelatih Djadjang Nurdjaman. Menurut Djanur, hari itu merupakan hari yang tidak akan pernah dia lupakan dan membuat dirinya merasa sangat bahagia. “Saya sangat senang dan bahagia melihat ada pemain yang menjadi mualaf,” ujar Djanur singkat.

Setelah mengucapkan syahadat, Abanda mengaku bahwa hatinya sangat merasa damai dan tenang. Terlebih karena dia merasa memiliki suasana baru di dalam hidupnya.

“Aku sangat bahagia bisa masuk Islam. Semua ini adalah berdasarkan kesadaran aku tanpa ada paksaan dari orang lain. Ini murni kesadaran aku pribadi,” ucap Abanda.

Abanda juga mengaku tidak memiliki masalah hubungan dia dan keluarganya di Kamerun. “Aku sudah dewasa, dan keluarga aku pun sangat mengerti dengan keputusan aku ini,” kata defender jangkung berusia 29 tahun ini.

Abanda mengungkapkan ketertarikannya memilih Islam karena dia melihat di dalam Islam semua sudah diatur sedemikian rupa dan ada tata cara atau doa-doanya dalam melakukan hal apa pun. Apalagi dia sering melihat rekan-rekannya melakukan salat berjemaah di mana pun dan kapan pun berada, baik sedang di Bandung maupun sedang melakukan tur luar kota.

“Aku senang melihat rekan-rekan salat berjemaah, hal itu membuat aku tertarik untuk mendalami Islam. Aku sadar bahwa Islam adalah agama sempurna bagi umat manusia,” katanya.

Terkait dengan khitan yang merupakan hal yang wajib dilakukan seorang muslim, Abanda mengaku hal itu sudah dilakukannya sejak dia masih kecil. Untuk ke depannya, kata Abanda, ia akan terus mempelajari hal-hal tentang Islam termasuk belajar mengaji dengan Alquran yang diberikan Jujun Junaedi kepadanya saat mengucapkan syahadat.

“Aku akan membaca Alquran dan memperdalam Islam. Nama aku pun sekarang menjadi Ahmad Abanda Herman,” katanya.

Ditanya soal kemungkinan menjadi warga negara Indonesia, Abanda hanya bisa tersenyum. “Kita lihat saja nanti,” katanya.

dari sini

Bintang Persib Bandung Masuk Islam

Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar tak kuasa membendung air mata. Keharuan itu terjadi ketika salah satu pemain bintang Persib Bandung asal Kamerun, Abanda Herman, mengucapkan dua kalimat syahadat, Kamis (18/4/2013).

Pengucapan dua kalimat syahadat dilakukan di Masjid Nurul Iman, Kelurahan Babakansari, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Jawa Barat. Abanda mengucapkan kalimat pengakuan tersebut dipandu jabatan tangan kiai bernama Jujun Junaedi.

Pria kelahiran Kamerun, 20 Februari 1984, ini kini menyandang nama baru Ahmad Abanda Herman. Menjalani prosesi ini, Bandana mengenakan baju gamis panjang dengan leher berbalut sorban merah.

“Ya, karena aku juga sudah lama melihat bagaimana Muslim hidup bersama satu sama lain. Dan mereka selalu shalat sama-sama. Itu juga yang bikin saya masuk Islam,” kata Abanda, seusai pengucapan syahadat. Pemain tengah Persib ini pun mengaku bahagia karena keputusannya berpindah agama mendapat dukungan keluarga di Kamerun.

“Keluarga juga sudah tahu dan mereka sepenuhnya mendukung keputusan saya,” kata Abanda. Mantan punggawa Persija Jakarta ini pun mengaku akan belajar menjadi Muslim yang taat, termasuk rajin shalat, serta belajar membaca dan memahami Al Quran.

Abanda pun tak membantah jika dia punya keinginan besar untuk menjadi warga negara Indonesia. “Ya, memang ada keinginan,” ucapnya ketika ditanya soal hal tersebut.

Umuh yang menjadi fasilitator keinginan Abanda menjadi mualaf mengatakan sangat tergetar di detik-detik Abanda mengucapkan syahadat. Namun, dia mengaku sempat meragukan keinginan Abanda menjadi mualaf.

“Saya terharu, benar-benar bangga karena dia sudah beberapa lama memohon dan meminta ke saya, tapi karena faktor kesibukan saya harus meyakinkan dulu. Beberapa kali ditanya dia selalu bilang yakin dan yakin. Akhirnya setelah dia mengatakan siap tadi malam dan minta segera diislamkan akhirnya hari ini Alhamdulillah semuanya lancar,” tutur Umuh.

Setelah Abanda menjadi mualaf, Umuh berjanji tak akan membiarkan salah satu anggota squadnya itu sendirian mendalami Islam. Bak seorang ayah, Umuh akan meminta beberapa orang membimbing Ahmad Abanda Herman.

“Harus ada (yang membimbing), di sini juga ada guru ngaji saya Pak Haji Oleh untuk membimbing Abanda,” kata Umuh. Selain itu, dia akan meminta bantuan bimbingan pelatih Persib, Djadjang Nurdjaman.

Pada prosesi pengucapan syahadat Abanda, hadir beberapa pemain dan official Persib. Di antaranya adalah Maman Abdurahman, Kiper I Made, Kiper Cecep Supriatna, Striker Airlangga Sucipto, Gelandang tengah Atep, Winger Kiri Jajang Sukmara, Asisten Pelatih Dino Sefrianto, dan Pelatih Persib Djadjang Nurdjaman.

dari sini

About senyumislam

senyum

Posted on April 23, 2013, in Mualaf and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: