Muslim Nias di Sumatera Barat

Tahun 1972 saya meninggalkan Padang pergi menuntut ilmu memperdalam agama Islam di Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) Jakarta. Rupanya takdir menentukan, saya harus berdomisili di Serpong Tangerang. Namun, sekali-sekali pulang ke Padang mengunjungi keluarga saya dan keluarga isteri (Cupak – Solok), sekali-sekali pulang ke kampung kakek saya di Sogaeadu – Gunung Sitoli, Nias.

Sewaktu saya pulang 31 Desember 2010 – 04 Januari 2011, saya bersyukur kepada Allah bisa bertemu dengan saudara-saudara muslim asal Nias yang saat ini ada di Ranah Minang. Di antaranya Keluarga bapak Bobby Fatizanolo Telaumbanua (pengusaha muslim asal nias yang kini menetap di Mata Air), Keluarga Ustadz Dalizanolo Gulö (tugas di IAIN Imam Bonjol, berdomisili di Anduriang) dan tiga orang anak-anak remaja Nias : Sarman, Desen dan Lanji (di Pondok Pesantren Hamka Maninjau). Ingin juga ketemu dengan keluarga bapak DR Anatöna Gulö (Unand, Limau Manih) tetapi beliau sedang ada tugas yang tidak bisa ditinggalkan.

Memang kebanyakan keluarga saya di Padang menganut agama Kristen Protestan dan Kristen Katolik. Adik saya sendiri, tiga orang beragama Katolik. Namun sejalan dengan perkembangan jaman, ternyata saat ini orang Nias yang beragama Islam di Sumatera Barat yang diketahui alamatnya tercatat 209 KK. Hanya saja terpencar-pencar. Kebanyakan di Padang, tetapi ada juga di Bukittinggi dan daerah lainnya di Sumatera Barat.

Mereka ini telah mendirikan sebuah Yayasan bernama Yayasan Uswatunah Hasanah Muslim Nias Sumatera Barat, dengan susunan Pengurus, sebagai berikut :

Pembina : DR Anatöna Gulö
Pengawas : Mayor (Laut) Tolongli Waruwu
Ketua : Dalizanolo Gulö, S.Ag
Sekretaris : Eva Gea
Bendahara : Bobby Fatizanolo Telaumbanua, SH

Para keluarga muslim asal Nias ini, tidak sekedar masuk Islam, tetapi secara aktif mendalami agama Islam tersebut. Afrida Yanti, putri Nias yang tinggal di Bungus masuk Ponpes HAMKA di Maninjau. Sayangnya, sewaktu saya berkunjung ke sana, Afrida Yanti yang hafal Al-Qur’an ini sedang pulang libur sekolah di Bungus – Padang.

Pak Bobby bersama masyarakat membangun Masjid di Perumahan Cendana Mata Air. Bahkan Ustadz Dalizanolo Gulö berdakwah ke mana-mana. Sewaktu berkunjung ke Ponpes Hamka di Maninjau, anak-anak Nias yang mondok di sana menampilkan kemampuan mereka. Desen membaca Al-Qur’an, Lanji melantunkan Adzan dan Sarman tampil seperti khatib yang sedang menyampaikan khutbah.

Pak H Nurdin, mantan Camat di Mentawai, yang sempat berbincang-bincang dengan saya, beliau menginginkan terbinanya hubungan kuat antara Muslim asal Nias dan Muslim asal Mentawai.

dari sini

About senyumislam

senyum

Posted on April 19, 2013, in Perkembangan Islam and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: