Muslim di Brussels Tumbuh Signifikan

Masjid Jami' di Kota Brussels, Belgia.

Masjid Jami’ di Kota Brussels, Belgia.

Meski kontroversi tentang larangan jilbab ataupun rencana pembuatan buku panduan bagi umat Islam menjadi isu yang belum juga padam di Belgia, namun di luar dugaan, jumlah umat Islam semakin bertambah di negara ini, khususnya di Brussels.

Sebuah penelitian yang dilakukan Uni versitas Katolik Louvain, Belgia menemukan fakta bahwa lebih dari 250 ribu penduduk Brussels memiliki akar Muslim.

Jumlah ini berarti seperempat dari jumlah seluruh penduduk kota itu yang mencapai satu juta orang lebih. Kehadiran Islam menjadi lebih terlihat di Brussels setelah beberapa masjid dan menara baru berdiri.

Kini, di ibu kota Belgia itu juga kian mudah menemukan perempuan mengenakan jilbab. Begitupun organisasi Muslim, kian banyak berdiri di kota ini. Mayoritas Muslim di kota ini berasal dari komunitas Maroko. Mereka terkenal dengan kehangatan dan keramahannya.

Sayangnya, masjid-masjid di Belgia, termasuk Masjid Agung Brussel, tak mampu mengakomodasi semua kebutuhan umat Islam di sana karena berbagai keterbatasan. Karena itu, seperti dikatakan Imam Masjid Agung Brussels, Syekh Abu Amr, banyak orang melakukan shalat di luar masjid dengan mendirikan tenda.

Namun faktanya, lanjut Syekh Abu Amr, jumlah Muslim yang datang ke masjid tersebut meningkat dari hari ke hari, baik kaum imigran atau mualaf.

Sebagai gambaran, selama 20 hari pertama Ramadhan yang baru lalu, jumlah jamaah Masjid Brussels mencapai 2.500 3.000 orang. “Pada 10 hari terakhir Ramadhan meningkat menjadi 5.000,” ujarnya, seperti dikutip islamonline.net.

Jumlah Muslim di Brussels diperkirakan akan terus tumbuh, bahkan diprediksi akan menjadi mayoritas hanya dalam waktu 15 sampai 20 tahun ke depan.

Pada 2007, sosiolog Jan Her togen menerbitkan statistik yang menunjukkan bahwa imigran Maroko telah menggantikan imigran Italia sebagai kelompok imigran terbesar di Belgia per 1 Januari 2004.

Sementara imigran Turki berada di tempat ketiga. Secara umum, populasi Muslim di Belgia memang meningkat.

Hasil studi kependudukan yang dipublikasi media Belgia menyatakan, proporsi umat Islam di Belgia saat ini merupakan 5,8 persen dari populasi total penduduk Belgia.

Peningkatan ini bisa jadi dipengaruhi oleh gelombang imigran dari negara-negara Muslim ke Belgia yang dimulai pada awal 1960-an ketika perjanjian migrasi ditandatangani dengan Maroko dan Turki dan kemudian pada akhir 1960-an dengan Aljazair dan Tunisia.

Berbeda dengan Belanda, Belgia tidak memiliki hubungan dengan dunia Islam selama periode kolonial.

Pada 1974, Belgia menerapkan aturan ketat bagi masuknya tenaga kerja asing, tapi tetap menjadi salah satu negara yang paling liberal di Eropa untuk kebijakan reuni keluarga. Gelombang imigran ini jelas membawa perubahan pada budaya dan agama para penduduknya.

dari sini dan sini

About senyumislam

senyum

Posted on Oktober 31, 2012, in Minoritas, Perkembangan Islam and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: