Riset di Jerman: Jumlah Umat Islam di Benua Eropa Capai 53 Juta Jiwa

Sebuah riset yang dipublikasikan baru-baru ini di Jerman mengungkapkan, jumlah umat Islam yang tinggal di Eropa saat ini mencapai sekitar 53 juta jiwa.

Berdasarkan informasi yang dirilis situs Dewan Tertinggi bagi kaum Muslimin di Jerman, Pusat Arsip Islam mengadakan sensus terhadap jumlah umat Islam di Eropa. Hasilnya menunjukkan, jumlah mereka mencapai 53.713.953, di antaranya sebanyak 15.890.428 jiwa tersebar di negara-negara uni Eropa.

Di antara poin penting yang dimuat dalam riset itu adalah sebagai berikut:

– 12.387.927 Muslim tinggal di Eropa Barat, masing-masing: 400.000 di Belgia, 293.000 di Jerman, 5500.000 di Prancis, 1.500.000 di Inggeris, 4000 di Irlandia, 1527 di Leichesten, 9000 di Luxemburg, 1000.000 di Belanda, 350.000 di Austria dan 330.000 di Swiss.
– Jumlah kaum Muslimin di eropa selatan ada sekitar 462.321 jiwa, masing-masing: 117.000 di Denmark, 15.000 di Finlandia, 321 di Eslandia, 80.000 di Norwegia dan 25.000 di Swedia.
– Jumlah kaum Muslimin di eropa selatan ada sekitar 1.716.500 jiwa, masing-masing: 1.000.000 di Italia, 12.000 di Portugal, 700.000 di Spanyol dan 4500 di Malta.
– Di eropa tenggara, masing-masing: 2.100.000 di Albani, 2000.000 di Bosnia, 1.100.000 di Bulgaria, 140.000 di Yunani, 56.777 di Kroasia, 750.000 di Macedonia, 150.000 di Rumania, 47.448 di Slovenia, 1.600.000 di Serbia, 20.000 di Republik Ceko, 5.900.000 di Turki, 70.000 di Hungaria dan 200.000 di Cyprus.
– Rusia merupakan tempat konsentrasi populasi Muslim terpadat di Eropa di mana mencapai 25.000 jiwa. Sedang di Litlandia ada 380 jiwa, di Lithuania 5.100 jiwa dan Polandia 7500 jiwa.

dari sini

Alhamdulillah, Kapolda Bali Memeluk Islam

Irjen Pol Albertus Julius Benny Mokalu, yang kini menjabat sebagai Kapolda Bali, berikrar memeluk Islam, Jumat (7/11) lalu. Proses pengislaman berlangsung di kediamannya di Denpasar, Bali, dibimbing seorang ulama asal Bengkulu, Habib Abdurrahman.

Jenderal polisi berbibtang dua itu memeluk Islam disaksikan sejumlah tokoh dan sejumlah pejabat teras Polda Bali. “Ini soal keyakinan dan pilihan hati. Ini masalah yang sangat pribadi,” kata Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Hery Wiyanto.

Menjawab Republika Online, Ahad (9/11), Hery menjelaskan, Benny Mokalu, lahir di Kupang, NTT, 22 Juli 1959. Sebelum menjabat sebagai Kapolda Bali 16 September 2013, Benny menjabat sebagai Kapolda Bengkulu.

Salah seorang penasihat MUI Bali, Roichan Muchlis mengatakan, juga mendengar peristiwa berislamnya Benny Mokalu. Menurut dia, peristiwa seseorang masuk Islam, dalam keyakinan agama Islam dipandang sebagai hidayah dari Allah dan dalam hal itu, hanya sedikit peran yang bersangkutan.

Dikatakan Roichan, Allah memberi manusia kebebasan untuk memilih dan keputusan akhirnya adalah sebagaimana kehendak Allah. Dalam sejarah Islam kata jelas Roichan, dikenal beberapa nama yang merupakan paman Nabi Muhammad. “Namun hingga akhir hayat mereka tidak mendapatkan hidayah,” katanya.

dari: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/14/11/09/nerty2-alhamdulillah-kapolda-bali-memeluk-islam

Islam adalah Agama yang Paling Cepat Pertumbuhannya: Setiap hari ada 68000 penganut baru

Uraian Singkat tentang Sejarah Muslim Tibet

masjid di lhasa

masjid di lhasa

Alexander Berzin
October 2001

Tinjauan Tentang Muslim Tibet
Sebelum 1959, di sana ada kira-kira 3000 orang Muslim Tibet tinggal di Tibet Tengah. Mereka adalah keturunan dari pedagang muslim yang datang ke Tibet dari Kashmir, Ladakh, Nepal dan China, kebanyakan pada abad keempat belas dan ketujuh belas, mereka menikahi perempuan Tibet dan menetap di sana. Mereka berbicara menggunakan bahasa Tibet dan mengikuti kebanyakan adat Tibet. Mereka mempunyai empat masjid di Lhasa, dua di Shigatse dan satu di Tsetang, yang dibangun dengan gaya arsitektur Tibet. Selanjutnya, mereka mempunyai dua sekolah Islam di Lhasa dan satu di Shigatse untuk mempelajari Quran dan Urdu. Begitu juga di pengungsian di India, komunitas Muslim dan Buddha Tibet hidup dalam keselarasan dengan tenggang rasa keagamaan.

Asal Mula dari Kashmir dan Ladakh
Terdapat sejarah panjang perdagangan antara Kasmir, Ladakh dan Tibet, yang meliputi para pedagang dari daerah ini yang menetap di Tibet Tengah dan Barat. Setelah pengenalan Islam di Kashmir dan Ladakh oleh para guru Sufi akhir pada abad keempat belas, Muslim telah menjadi bagian dari penduduk. Namun, gelombang imigran Muslim Kashmir dan Ladakh ke Tibet terjadi pada pertengahan abad ketujuh belas, masa pemerintahan Dalai Lama Kelima. Mereka datang ke Tibet terutama karena kelaparan yang meluas di Kashmir dan menetap di Lhasa.

Hak Istimewa Diberikan oleh Dalai Lama Kelima
Sebagai bagian dari kebijakan tenggang rasa untuk semua golongan keagamaan, Dalai Lama Kelima memberikan hak-hak istimewa kepada anggota komunitas Muslim. Mereka dapat mencalonkan lima anggota komisi untuk mengatur urusan dalam organisasi mereka; bisa menetapkan kebijakan mereka secara bebas berdasar hukum Sharia; bisa membuka toko dan berdagang di luar kota Tibet; dan dibebaskan dari pajak. Sebagai tambahan, mereka bisa memakan daging pada bulan suci Sakadawa dan tidak perlu melepas topi di depan bhiksu saat festival doa Monlam. Selain itu, Dalai Lama Kelima juga memberikan tanah untuk sebuah masjid dan kuburan di Lhasa kepada komunitas Muslim serta mengundang pemimpinnya untuk datang pada semua perayaan pemerintah yang utama. Read the rest of this entry

Pria Ini Islamkan Ribuan Warga Filipina

24 tahun lalu, Omar Penalber memeluk Islam. Saat itu, ia merupakan satu dari ratusan warga Filipina yang memeluk Islam.

Usai mengucapkan dua kalimat syahadat, Omar mengatakan bahwa dirinya telah berpikir panjang atas putusannya memeluk Islam. “Saya telah memilih agama yang tepat,” ujarnya dengan mantap seraya menaruh tangannya di dadanya.

Tahun 2007 silam ia meninggalkan Timur Tengah. Kini, ia kembali. Ia bakal memimpin warga Filipina yang akan berikrar. Sejak tahun 2010, ia telah mengislamkan lebih dari ribuan warga Filipina.

“Begitu mudah menjadi muslim. Usai membenarkan Islam, lalu mengucapkan dua kalimat syahadat. Selanjutnya, muslim diwajibkan mematuhi empat rukun Islam lainnya seperti shalat, puasa, zakat dan pergi haji,” papar dia seperti dikutip thenational.ae, Rabu (25/7).

Omar mengatakan semenjak menjadi muslim ia terdorong untuk ambil bagian dalam syiar Islam. Apa yang ia alami ingin ia sampaikan kepada warga Filipina lain. “Saya ingin menginspirasi mereka pada ajaran-ajaran Rasulullah SAW, guna mempersiapkan diri mencapai surga yang dijanjikan,” ucapnya.

Guna mencapai surga itu, kata dia, setiap muslim harus melaksanakan ajaran Islam secara kaffah. “Islam adalah agama yang benar. Saran saya, kepada mereka untuk tidak ragu menerima Islam,” pungkasnya.

dari http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/12/07/25/m7pc9t-pria-ini-islamkan-ribuan-warga-filipina

  • Sejak 16 Pebruari 2013

    HTML hit counter - Quick-counter.net
  • Ikuti

    Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

    Bergabunglah dengan 32 pengikut lainnya.