Hidayah Dari Adzan Subuh, Seorang Budha Masuk Islam

Bermula dari terdengarnya adzan subuh setiap pagi, Johan Silitonga, seorang asli Medan tergerak untuk masuk Islam. Melalui perenungannya tentang sebuah ketentuan bahwa Allah mematikan manusia pada malam hari dan menghidupkan pada pagi hari, Johan meyakini bahwa Adzan Subuhlah menjadi pertanda bahwa Allah menghidupkan kembali manusia. Tak hanya itu, Johan pun merenungi betapa Maha Pemurahnya Allah yang sudah memberikan rizki, bukan berupa uang atau logam mulia tetapi udara untuk bernapas, yang sungguh tak terhitung banyaknya, apalagi jika kita mau membandingkan dengan oksigen di rumah sakit.

Dengan keyakinannya itu, pria yang lahir 35 tahun yang lalu sebagai Budha, melangkahkan kakinya menuju masjid An Nahl PT. Samsung Electronics Indonesia untuk mengikrarkan syahadat sebagai pertanda dirinya masuk Islam. Ditemui oleh Ketua Harian DKM AN NAHL Bapak Masud, Johan menceritakan jalan hidayah yang datang kepada dirinya. Pria yang beraktifitas menjual pernak-pernik di seputaran Lippo Cikarang dan tinggal di Tangerang ini pun akhirnya difasilitasi untuk mengucapkan syahadat.

Dengan bimbingan Ustadz Dendy Wahyono, yang sebelumnya menanyakan keyakinan Johan, Johan pun mengucapkan dua kalimat syahadat. Johan yang mengaku sudah sempat belajar mengucapkan kalimat syahadat, dengan relatif lancar mengucapkan kalimat syahadat disaksikan oleh jamaah sholat dzuhur masjid An Nahl. Pasca pengucapan syahadat, Johan pun mendapatkan ucapan selamat dan doa dari para jamaah masjid An Nahl.

Selamat datang di dunia baru saudaraku, dunia Islam yang penuh keindahan.

dari sini

About these ads

About senyumislam

senyum

Posted on Oktober 12, 2012, in Uncategorized and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Pada suatu hari, dalam suatu majelis, seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai, Rasulullah. Apakah hanya orang-orang ahli ibadah saja yang akan masuk surga?”
    Dengan tegas Rasulullah menjawab, “Tidak. Sesungguhnya, seseorang itu masuk surga bukan semata-mata karena ibadahnya, melainkan karena ketulusan cintanya kepada Allah.”
    Penasaran, orang itu bertanya lagi, “Apa itu berarti… hanya para aulia dan alim-ulama saja yang akan masuk surga?”
    Rasulullah kembali menegaskan, “Tidak, bukan begitu. Karena sesungguhnya telah ada seorang pelacur yang masuk ke surga.”
    Keruan saja semua yang hadir di majelis itu jadi kaget dan bertanya-tanya. Maka Rasulullah lalu menceritakan mengenai pelacur itu.
    Suatu hari, di tengah suatu musim kemarau yang amat kering, tutur Rasulullah, ada seekor anjing liar yang hampir mati kehausan. Anjing ini amat buruk rupanya dan penuh kudis badannya. Karena amat hausnya, anjing itu sampai menjilat-jilat tanah lembab di depan rumah seorang ulama terkenal. Melihat makhluk menjijikkan itu, si ulama segera mengusirnya dan bahkan melemparinya dengan batu.

    Anjing itu lari ketakutan sampai ke luar desa, dan akhirnya – karena lelah dan kehausan – hewan malang itu ambruk di pinggir sumur. Nampaknya, tak ada harapan lagi buat anjing itu. Dia pasti mati kalau tidak segera mendapatkan minum. Namun di saat kritis itu, lewat seorang pelacur. Ia melihat anjing itu, terbaring putus asa dengan lidah terjulur dan napas tersengal-sengal, dan ia merasa iba. Maka, ia lalu melepas terompahnya (alas kakinya) dan merobek gaunnya. Dengan sobekan gaun dan terompah itu ia lantas membuat timba untuk mengambil air dari sumur, lalu memberi anjing itu minum.

    Setelah puas minum, anjing itu sehat kembali dan lantas pergi. Si Pelacur merasa gembira melihat anjing itu tidak jadi mati kehausan. Melihat apa yang telah diperbuat oleh hamba-Nya yang pelacur itu, Allah mengatakan kepada malaikatnya: “Catatlah hamba-Ku itu. Dia adalah salah satu hamba-Ku yang akan masuk surga pertama.”
    “Subhanallah…!” puji orang-orang yang hadir dalam majelis itu, dengan harapan baru tumbuh dalam hati mereka akan kasih sayang Allah.
    Dan kita… apa yang telah kita lakukan sehingga kita punya harapan untuk layak memperoleh anugerah sehebat itu dari Allah?

  2. Alhamdulliah. semoga agama islam menjadi lebih baik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Sejak 16 Pebruari 2013

    HTML hit counter - Quick-counter.net
  • Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.

    Bergabunglah dengan 27 pengikut lainnya.

    %d bloggers like this: