Masjid Agung Awwal Fathan Mubien, Saksi Masuknya Islam ke Manado

Masjid Agung Awwal Fathul Mubien merupakan masjid pertama dan tertua yang didirikan di Manado, Sulawesi Utara. Kini masjid terbesar kedua di kota Manado setelah Masjid Raya Ahmad Yani Manado ini menjadi saksi sejarah perkembangan Islam di Manado dan sekitarnya.

Masjid Agung Awwal Fathul Mubien terletak di Jalan Sultan Hasanuddin, kelurahan Islam, kecamatan Tuminting, Kota Manado.

Dikutip dari berbagai sumber, Masjid Agung Manado ini berdiri tahun 1802. Awwal Fathul Mubien memiliki arti awal atau pembuka yang nyata. Berdirinya masjid ini lantaran saat itu lokasi tersebut sering terjadi konflik antar suku asli yang mendiami kawasan Manado bagian utara dengan suku yang mendiami kawasan bagian selatan. Karena perseteruan tersebut maka di tengah-tengah kampung ini didirikan masjid yang diberi nama Awal Fathul Mubien.

Masjid ini mengalami renovasi pertama kali pada tahun 1802 yang sebelumnya pondasi bangunan hanya menggunakan batu karang, berlantai dan berdinding papan. Pada renovasi awal gedung diperluas menjadi 8 x 8 meter. Pondasinya pun mulai memakai campuran kapur dengan tras.

Pada tahun 1967 dan 1995, dilakukan pelebaran seluas 26 x 26 meter terhadap masjid itu. Sehingga bangunan masjid menjadi lebih luas. Arsitek masjid ini berasal dari Jawa. Menurut sejumlah sumber, pendiri masjid tersebut adalah para pengikut Pangeran Diponegoro yang dibuang ke Manado oleh Belanda.

Masjid menjadi sentral berbagai kegiatan ibadah dan keumatan. Sebuah TK Awwal Fathul Mubien didirikan di samping masjid. Sampai saat ini jumlah jamaah yang memanfaatkan masjid Awwal Fathul Mubien mencapai 800 Kepala Keluarga.

Kini, masjid Agung Manado terlihat berbeda, lantai dan sebagian dinding sudah keramik. Ukuran kaligrafi kuning ukuran besar memanjang di bagian depan. Bercat putih dan hijau, menara juga menjulang ke langit. Suara adzan sebanyak lima kali berkumandang dari pengeras suara yang ada di atas menara tersebut.

dari sini

About these ads

Posted on September 6, 2012, in Minoritas, Sejarah Islam. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Sejak 16 Pebruari 2013

    HTML hit counter - Quick-counter.net
  • Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.

    Bergabunglah dengan 25 pengikut lainnya.

    %d bloggers like this: