Jumlah Umat Islam di Manado adalah 50%

Kota Manado

Indahnya Manado

Mungkin tak pernah terpikirkan oleh banyak orang, bahwa di Manado, Sulawesi Utara terdapat pondok pesantren. Berita-berita yang selama ini berkembang di media massa telanjur mencitrakan Manado dan Provinsi Sulawesi Utara pada umumnya sebagai daerah basis Kristen.

Memang, oleh penjajah Belanda dulu, Sulawesi Utara hendak dijadikan wilayah Kristen. Bahkan, saat ini Kabupaten Minahasa, merupakan pusat Evangelis se-Asia Tenggara (ASEAN). Citra Manado sebagai pusat Kristen tak seluruhnya benar. Di kota tersebut, populasi umat Muslim tak kalah banyaknya dengan umat Kristen.

Menurut Abjan Khalik, kepala Urusan Urais dan Haji Kota Manado. Berdasarkan sensus penduduk tahun 1999, jumlah Muslim di Manado mencapai 49 persen, sedangkan Kristen 51 persen. ”Namun data tahun 2003 menunjukkan persentase jumlah pemeluk Islam dan Kristen sama, yakni 50:50,” tuturnya saat berbincang dengan Republika di Manado belum lama ini. Bukti keberadaan umat Muslim di Manado dapat dilihat terutama dari simbol-simbol keislaman, seperti masjid, pondok pesantren, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Model, jaringan radio Muslim, dan yayasan Muslim.

Ponpes Putri Assalam merupakan salah satu tonggak dakwah di Manado. Pesantren tersebut terletak di Dusun Bailang, Kecamatan Bunaken, Kota Manado. Menurut pimpinan pondok, Kholilullah Ahmas, Pesantren Putri Assalam didirikan tahun 1989. Pendirinya adalah Sumianto dan kawan-kawan, asal Jakarta. Pesantren itu berdiri di atas lahan seluas satu hektar. Asramanya ada dua. Sedangkan gedung sekolahnya tiga lantai yang terdiri dari 12 kelas. Gedung tersebut dilengkapi dengan perpustakaan, kantor, laboratorium IPA, dan laboratorium komputer.

Pesantren Putri Assalam menyelenggalaran tiga jenjang pendidikan, yakni Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MAN), dan SMK. ”Saat ini jumlah murid mencapai 300 orang,” ujar Kholilullah saat menerima kunjungan Republika di pesantrennya, Ramadhan silam. Dia menambahkan, murid-murid pesantren itu tidak hanya terbatas dari Manado. Para santri juga datang dari berbagai wilayah lain di Provinsi Sulawesi Utara, seperti Minahasa, Bitung, dan Bolmong. ”Alhamdulillah, keberadaan pesantren ini juga telah menarik murid-murid dari luar Manado,” ungkap alumnus Riyadh, Saudi Arabia (1986) itu. Dia menegaskan, keberadaan Pesantren Putri Assalam di Manado sangat penting.

Setidaknya ada dua alasan. Pertama, misi dakwah. ”Islam masih dianggap minoritas di Manado maupun Sulut pada umumnya. Nah, keberadaan pesantren ini dapat dikatakan sebagai tonggak dakwah di daerah yang populasi Kristennya masih dianggap dominan,” tuturnya. Kedua, meningkatkan mutu keislaman umat Muslim di Manado. ”Umat Muslim di Manado terus bertambah dari waktu ke waktu. Namun, kualitas keimanan mereka masih sangat beragam. Apalagi sebagian kecil dari mereka merupakan muallaf (orang yang baru berpindah dari agama lain ke Islam, {red}).

Di sinilah pentingnya keberadaan pesantren untuk mendakwahkan agama Islam kepada para pemeluknya atau umat Muslim. Jadi, untuk meningkatkan mutu keimanan dan keislaman umat Islam itu sendiri,” ujarnya. Kholilullah menyebutkan, selama ini mutu lulusan Pesantren Assalam menggembirakan. Banyak di antara alumni Aliyah melanjutkan ke Kedokteran, FMIPA, dan Ekonomi, di Universitas Sam Ratulangi maupun Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Manado. ”Bahkan, ada pula yang melanjutkan kuliah ke Mesir,” katanya.

Dia menjelaskan, sebetulnya minat masyarakat Manado, khususnya, maupun Sulawesi Utara umumnya, untuk memasukkan anaknya ke Pesantren Putri Assalam cukup besar. ”Namun mereka terkendala oleh kemampuan ekonomi, karena sebagian besar Muslim di Sulawesi Utara merupakan petani dan nelayan,” ungkapnya. Saat ini biaya pendidikan di Pesantren Putri Assalam Rp 210 ribu per bulan. Biaya tersebut sudah termasuk komputer, makan, SPP, dan lain-lain. ”Biaya sebesar ini masih dianggap besar oleh sebagian masyarakat di wilayah ini. Sebetulnya, biaya tersebut baru dinaikkan tahun ini. Sebelumnya, biaya pendidikan per bulan hanya Rp 130 ribu per bulan. Kenaikan biaya itu terpaksa kami lakukan untuk menutupi sebagian biaya operasional yang saat ini mencapai rata-rata Rp 30 juta per bulan,” tandasnya.

Kenyataan ini, tambah Kholilullah, merupakan tantangan bagi Ponpes Putri Assalam maupun masyarakat Muslim Indonesia pada umumnya. ”Kami berharap ada donatur tetap yang bersedia menyalurkan dana secara rutin kepada para santri. Istilahnya orang tua asuh. Mereka memberikan beasiswa kepada murid-murid. Bila demikian, maka beban biaya yang harus ditanggung oleh masyarakat bisa ditekan, dan lebih banyak lagi anak-anak petani dan nelayan yang mampu bersekolah di Pesantren Putri Assalam,” ujarnya. irwan kelana

Merindukan Koran Muslim

Berdasarkan sensus penduduk tahun 1999, jumlah Muslim di Manado mencapai 49 persen, sedangkan Kristen 51 persen. Namun data tahun 2003 menunjukkan persentase jumlah pemeluk Islam dan Kristen sama, yakni 50:50. Dari mana perubahan persentase itu? Ini pun menarik. Menurut Abjan Khalik, kepala Urusan Urais dan Haji Kota Manado, banyak orang Kristen di Manado yang pindah dari pusat kota ke pinggir kota. ”Tanah mereka dijual, yang beli para pengusaha Muslim yang tinggal di Jakarta, Makassar, Gorontalo, dan Ternate,” tuturnya.

Ada pula faktor lain yang tak boleh dilupakan. ”Kini makin banyak muallaf (orang Kristen yang mendapat hidayah lalu masuk Islam, {red}) di Manado. Hal itu antara lain terjadi melalui perkawinan asimilasi. Juga sebagai buah gencarnya dakwah yang dilakukan oleh tokoh-tokoh Muslim di Manado, baik dakwah langsung maupun melalui media massa, khususnya jaringan radio Muslim di Manado,” paparnya.

Meskipun demikian, ada yang terasa sangat kurang di Manado. Yakni media cetak Muslim. ”Umat Muslim Manado amat merindukan kehadiran koran dan majalah Islam, agar dapat menyuarakan kepentingan umat Islam secara fair,” tutur Abdul Azis Wakid, salah seorang tokoh Muslim Manado. Kehadiran media massa Muslim memainkan peran yang tak kalah penting dengan pondok pesantren, sekolah maupun masjid. ”Semua harus bergerak serempak, agar umat Muslim di Manado makin maju dan memiliki pengaruh serta posisi tawar yang lebih baik,” tandas mantan ketua Al Irsyad Wilayah Sulawesi Utara itu.

dari sini

gambar dari sini

About these ads

About senyumislam

senyum

Posted on September 6, 2012, in Perkembangan Islam and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 34 Komentar.

  1. Assalamu’alaykum..
    kunjungan pertama anna yaa akhi ke blog antum..

  2. Waalaykumussalam warahmatullahi wa barakatuh, salam kenal ya akh

  3. Postingan yang bagus,memang benar dikota saya(manado) muslim bukan termasuk minoritas lagi bahkan di keluarga kami banyak muslim

  4. saya sangat setuju artikel ini… baik utk kita smua…
    kini tugas kita ialah berdoa pd YME agar kerukunan dan kedamaian didaerah manado kususnya ttp terjaga… saya salut untuk masyarakat asli minahasa yang dapat menerima dengan sukacita suku, etnis, ras, maupun agama apapun ada di manado .. mereka sungguh menerima hal yang baik.. dan mereka juga saya lht sllu mendoakan smua insan yg ada maupun pendatang…

    salut untuk Manado..

  5. Situs ngawur, saya orang Manado asli dan jarang melihat ada bangunan masjid di Manado, mungkin hanya 1-2 buah bangunan masjid dan umumnya masjid2 itu kosong melompong dan jarang ada yang sembahyang disana jadi apabila penduduk Manado 50% Muslim adalah suatu hal yang ngawur.

    • maaf, coba bapak baca baik-baik:

      Berdasarkan sensus penduduk tahun 1999, jumlah Muslim di Manado mencapai 49 persen, sedangkan Kristen 51 persen. Namun data tahun 2003 menunjukkan persentase jumlah pemeluk Islam dan Kristen sama, yakni 50:50. Dari mana perubahan persentase itu? Ini pun menarik. Menurut Abjan Khalik, kepala Urusan Urais dan Haji Kota Manado, banyak orang Kristen di Manado yang pindah dari pusat kota ke pinggir kota. ”Tanah mereka dijual, yang beli para pengusaha Muslim yang tinggal di Jakarta, Makassar, Gorontalo, dan Ternate,” tuturnya.

      • MASJID DAN MUSHALLAH DI SULUT
        Masyhur Istiqlal Kampung Arab

        MANADO – Jumlah masjid di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) hingga akhir 2011, tercatat di Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sulut sebanyak 1,048 buah, tersebar di 15 kabupaten dan kota se provinsi sbb :
        Kota Manado 171 masjid, Kota Bitung 78 masjid, Kota Kotamobagu 127 masjid, Kabupaten Bolaang Mongouw (Bolmong) 170, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) 91, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) 68, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) 50 masjid.
        Kabupaten Minahasa 35 masjid, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) 28, Kabupaten Minahasa Utara (Minut) 65 masjid, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) 32 Masjid dan Kota Tomohon 8 masjid.
        Kabupaten kepulauan Sangihe 115 masjid, Kabupaten kepulauan Talaud 6 masjid serta Kabupaten kepulauan Siau, Tagulandang dan Biaro (Sitaro) sebanyak 4 masjid.
        Pembangunan masjid tersebut mengalami peningkatan baik segi fisik bangunan dengan mode dan gaya moderen serta jumlah jamaah melakukan aktivitas peribadatannya. (Data Kanwil Kemenag Sulut tahun 2012)

        dari http://www.kiblatmanado.com/2009/12/masjid-dan-mushallah-di-sulut.html

  6. Semoga doanya dijabah Allah taala

  7. Ahamdulillah, Manado mulai kelihatan geliat dakwahnya. Umat Islam di Manado dan di seluruh daerah harus menjadi umat yang taat sehingga bisa menarik Umat lain untuk memeluk agama Islam. Karena Islam adalah agama segala Zaman dan selalu menjadi solusi bag persoalan kehidupan. Tak heran di Amerika Serikat 200. 000 orang pindah agama menjadi Muslim setiap tahunnya. Mari kita dukung dakwah di Manado.

  8. 50-50 di kota manado yaa? tapi kalo di sulut sendiri islam hanya 25%, jadi wajar islam tetap dianggap sebagai minoritas :)

    http://www.depdagri.go.id/pages/profil-daerah/provinsi/detail/71/sulawesi-utara

  9. lalu qt musti bilang keode gitu kong ba salto2,., hehehe :p
    terserah agamamu apa yang penting kota manado tetap aman dan penuh tenggangrasa,., oi sob,., perlu diketahui juga terdapat vihara dan Klenteng di Manado,., oi toch,., salam orang Tanawangko

  10. Saya orang Tomohon asli, di tempat saya warga muslim sangat jarang ditemui. bahkan di kampung saya dan kampung tetangga tidak ada satupun yang beragama muslim. Kota Manado dan Bitung memang saat ini memiliki keaneka ragaman agama termasuk Muslim, namun kebanyakan Muslim di Manado dan Bitung adalah pendatang. Sensus penduduk 2010 Warga Kristen di Sulut 78% bandingkan dengan Muslim hanya 12%, sisanya agama Buddha dan Hindu. jadi Kota Manado bukan tolak ukur jumlah Muslim dan Kristen di Sulut.

  11. hamzah: maaf, komentar Anda saya hapus. Blog ini bukan tempat untuk berdebat. Selayaknya kita saling menghargai.

  12. Tak usah brdebat yg pnting torang samua basudara , orang tua bilang jgn kawin dgn 1 kampung , sdangkan 1 org aja udah repot apalagi 1 kampung hehehehe , semua agama itu baik tergantung yg mnjalaninya paham atau tidak . .

  13. Manado berdasarkan data dewan pertimbangan agama PBB jumlah orang Kristen ada 75 % dan sisanya agama lain, data kemenag tak sesuai adanya…
    manado kota Injil Tuhan dan tetap dalam Berkatan tanganNya

  14. Alhamdulillah, semoga kehidupan beragama di Manado dan Sulawesi Utara pada umumnya selalu aman, tentram dan damai dan penuh tenggang rasa. Mari beribadah sesuai keyakinan dan agama masing-masing, dan saling menghargai sesama :)

  15. lu, ngomong kaya lu org manado, kalo 50% pasti dong walikota and wawalikota pasti dong org muslim, tp kenyataannya kedua2nya kristen. jmh anggota dprd kota manado 40 org, yg Muslim hanya 5 org, enggak seimbang dong seharusnya wakil walikota nya paling tidak Muslim atau walikota nya dan anggota dprd nya 20 org juga Muslim, kenyataan nya semua pejabat pemkot manado 90% kristen. dasar apa yg lu pakai, org minahasa yg punya kota manado, lebih makmur dari daerah lo, pemulung, copet, pengemis semua dari daerah lo, apa yg lu andalkan mau beli tanah di manado, org muslim yg datang cari makan di manado kebanyakan koskosan, org minahasa uda keenakan makan daging babi, tabuh pindah agama menjadi Islam, justru org Islam banyak masuk keristen.

  16. Hei kalian, hal yang beginian saja kok diperdebat. Jgn menilai manado dari perbandingan jumlah umat muslim atau kristen yg berdomisili di sana, tapi liat dong kerukunan antar umat beragama nya, biar penduduknya berbeda2 agama, etnis, suku, ras, tetap orang manado itu lebih cinta damai. Yang nda cinta damai berarti bukang orang manado, orang pendatang stow.

    Memang Manado itu minoritas masyarakatnya bragama kristen, tp jika memang umat muslim kian tahun jumlahnya kian bertambah di manado, ya bagus dong, berarti masyarakat di manado (terutama bragama kristen) menerima siapapun tanpa memandang latar belakang agama, suku, etnis, dan ras.
    Buktinya juga Pemkot Manado memberikan kebebasan bagi rakyatnya dalam memeluk agamanya masing-masing dan memberikan ijin membangun tempat peribadatan.

    Di manado, semua orang dianggap sama, dianggap SAUDARA, tidak melihat perbedaan latar belakangnya, tak perduli ngana itu orang asli atau cuma pendatang. karena bagi orang manado, yg membedakan seseorang itu bukan dinilai dari latar belakang agamanya, tapi dari sifat orang tersebut. Kalau ngana bae berarti ngana depe orang bae kalo jahat berarti jahat. Bukang karena ngana agamana muslim kong mo dianggap ngana orang jahat. Nyanda. TORANG SAMUA BASUDARA. Selama ngana bae-bae le pa sesama.

    Aku salut dengan Manado, biar agamanya beragam tapi toh tetap saling menghormati agama satu dengan yang lain. Kalau natal, orang muslim ikut membantu petugas mengawas gereja, begitupun sebaliknya kalau umat muslim beribadah di masjid saat lebaran, orang kristen membantu mengawas masjid bersama petugas. Juga kalau ada hari raya bagi umat beragama buddha, para muslim dan kristen ikut merayakan dan meramaikan acara tapikong yang digelar tiap tahun sekali di manado. Lagipula bukan cuma masjid dan gereja yang banyak dibangun di manado, klenteng juga sudah banyak dibangun di sana. Kalau hindu aku kurang tahu mungkin karena orang2nya belum terlalu eksis hehehe

  17. Salahudin bin Ayyubi

    Manado adalah salah satu daerah mayoritas kristen terbesar di Indonesia dan yg membuat Islam berkembang dikarenakan orang Kristen Manado membuka keran toleransi sebesar2nya bagi pemeluk agama lain. Tidak ada ormas2 yg akan melarang pembangunan Masjid, Vihara, Sinagoga dll. Beda dgn Jabar dan beberapa daerah mayoritas Muslim yg begitu paranoid melihat perkembangan agama lain di daerahnya.

  18. harus di perhatikan karena dasar orang manado adalah hidup rukun dan damai SAMUA TORANG BASUDARA merupakan dasar dari KASIH, jika itu di langgar sudah pasti manado tidak akan aman lagi, semboyan ini sudah mendarah daging dan termetarai dalam jiwa orang manado, jadi perlu di perhatikan jika nantinya ada hal hal yang membahayakan bumi nyiur melambaibaik kekerasan teroris dll, sudah pasti mereka bukan orang yang tinggal di manado dan bukan orang yang mau cinta damai, sudah pasti yujuan mereka melakukan kerusuhan yang hanya menghancurkan sulut khusunya dengan cara cara tidak baik, Bersyukurlah kalau masyarakat manado sangat membuka diri dengan agama lain dengan begitu mudah mendirikan rumah ibadah, sementara kita bisa melihat di daerah bogor bekasi dan aceh serta daerah lainya tidak semudah membalik telapak tangan untuk mendirikan rumah ibadah,banyak alasan alasan termasuk SKB 3 menteri sampai minta tanda tangan segala untuk mendirikan rumah ibadah, jadi mari kita harus melihat keterbukaan orang manado sebagai suatu toleransi yang patut di contohi dan perlu di himbau agar saudara saudar kita muslim dapat juga membantu ke daerah lain agar memberikan himbauan dan informasi terbuka supaya mempermudah mendirikan gereja di daerah daerah yang di persulit untuk dirikan gereja, karena dimanado mendirikan rumah ibadah tidak pernah di persulit, karena alangkah timpang dan terjadi kesenjangan jika kondisi seperti ini terus di lakukan oleh daerah lain untuk mendirikan rumah ibadah, satu hal toleransi dan dakwah yaitu keterbukaan informasi untuk informasi ini agar ada penyetaraan untuk mendirikan rumah ibadah,

  19. Penduduk asli manado memang sangat toleran. Tapi itulah kehebatan Allah SWT. Allah tau bahwa umat kesayangannya sedang berjuang untuk membawa seluruh penduduk Indonesia dan dunia menuju ke satu2nya jalan yang benar yaitu Islam. Makanya Allah telah mempermudah jalan untuk para muslim di manado yaitu dengan cara membuat org2 manado toleran sehingga Islam bisa berkembang di sana secara sangat pesat. Subhanallah…..
    Mengenai pemeluk agama lain di daerah2 mayoritas muslim, kesulitan yg mereka hadapi dlm hidup termasuk kesulitan mendirikan tempat ibadah mereka, itulah kuasa Allah SWT… Allah tidak akan melancarkan setiap usaha yang tidak sesuai dengan tujuan ke jalan yg benar yaitu Islam. Maka berbagai kesulitan dihadapi oleh pemeluk agama lain sehingga agama lain tidak berkembang. Allah telah menunjukkan kekuasaannya dengan cara menghentikan pembangunan2 tempat ibadah selain untuk Islam.
    Jadi jelaslah sudah agama mana yang menuju kebenaran.. itulah jalan yang ditunjukkan Allah.

    • salom aleiccum warga manado

      @jacky

      Apa yg saudara katakan mungkin kurang tepat. Kenyataannya pertumbuhan gereja di seluruh indonesia saat ini mencapai 190 persen, sedangkan masjid hanya mencapai 60 persen. Dengan demikian tuduhan dari saudara2 yg beragama kristen bahwa umat islam tidak toleran adalah tidak benar.
      Memang benar ada satu dua kasus pembangunan gereja yg menemui kendala di beberapa tempat, tapi itupun hanya masalah perijinan. Jika terjadi gesekan2 antara umat islam dan umat kristen saat pembangunan gereja yg di tentang pembagunannya tadi, saya melihat itu dikarenakan panitia pembangunan gereja tersebut terlalu ngotot untuk tetap melaksanakannya meskipun telah mendapat penentangan dari warga.
      Berbeda dengan umat islam ketika dimana mereka menjadi minoritas di beberapa daerah. Pada saat ingin mendirikan masjid tapi mendapat penentangan dari kaum mayoritas, mereka diam bahkan benar2 membatalkannya sehingga sampai saat ini tidak pernah terdengar ada pembangunan masjid yg mengalami keributan.
      Itulah sikap toleran yg diterapkan oleh umat islam. Toleransi yg sesungguhnya bukan hanya dari mayoritas kepada minoritas, tetapi juga sebaliknya. Sudahkah saudara2 non muslim bertoleransi dengan umat islam sebagai umat mayoritas di negeri ini??

  20. terang tak akan pernah bersatu dengan gelap….
    ingat bukan agamamu yang membawa kamu ke surga…
    “Akulah Jalan Kebenaran dan Hidup, tidak ada yang sampai kepada Bapa jika tidak melalui Aku”
    itu Tuhan Yesus ada bilang, jadi yang mau pindah agama, coba ngoni pikir sandiri….

  21. assalamualaikum….. salam kenal….. saya mualaf,,… kebetulan lgi di manado,.. ” senang radanya disini islam tumbuh dg baik”\

  22. @abdul hadi: waalaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh
    salam kenal ya akhi (brother)

  23. salom aleiccum warga manado

    Cuma sekedar ingin tanya sedikit ke sdr” kristen di kota manado.
    Beberapa waktu yg lalu, sy mendapat sms dari no.yg tdk sy kenal berisi pesan pertobatan, kurang lebih isinya seperti ini:
    “Di gereja siantar ada penampakan tuhan yesus berseru dari mimbar berkata, “bertobatlah, kerajaan surga sudah dekat…..”.
    Teman yg tdk sy kenal ini nampaknya ingin memberitakan pertobatan kpd siapapun tanpa kecuali, tapi dia lupa yesus hanya berseru dari atas mimbar gereja.
    Pertanyaan sy adalah, mengapa yesus masih saja berseru ttg pertobatan dari mimbar gereja padahal gereja adalah tempat ibadahnya org2 yg bertobat? Mengapa tidak di mimbar2 masjid, mimbar2 sinagoge, dll??(???)

  24. Semua daerah terutama basis islam harus banyak belajar dari kota manado dan sulut.. toleransinya yg sangat tinggi,, ngga kya kebanyakan daerah di pulau jawa yg mayoritas islam yg selalu “berusaha menghalangi” orang kristen, terutama dlm pembangunan tempat ibadah di wilayah mereka.. ! pesan saya khusus utk orang manado, ttp kuat di dalam Tuhan & ttp jaga kerukunan, karena kita diajarkan oleh Kristus, Tuhan kita utk selalu hidup dlm KASIH..”Pengikut nabi Isa selalu terkemuka di dunia & di akhirat”.. Tuhan memberkati Manado & Sulut.. Hosanna !

  25. TUTRIATI BINTEE HUSAIN

    BEB BEB…. AKU LAMA DIMANADO, MASIH KUINGAT DAERAH TOMOHON SANA DILARANG KERAS MENDIRIKAN MESJID…. MANADO ITU DEKAT BUNG, TAHU KEBENARAN BERITANYA..

  26. torang samua basudara ,kerukunan manado tetap di jga walau agama apapun ,,yg penting torang doakan manado dlm lindungan ALLAH,,

  27. saya org gorontalo,banyak family sy yg muslim tinggal d manado dan tomohon,,sbaliknya org minahasa jg banyak d gorontalo

  28. Go To Khilafah….
    “ISLAM ADALAH KEBIJAKSANAAN”

  29. Saya Muslim dan hampir tiap 2 bulan kemenado.. Kl saya liat Muslim memang minoritas baik dimenado dan sekitarnya.. Untuk masjid kebanyakan adalah rumah penduduk yg dirubah.. Untuk keanekaragaman juga saya tidak liat beda dengan bali.. Pertama kl datang tanya tempat sholat keorang sana disesatkan Sambil ketawa beda dengan Dibali yg malah dianterin. Didesa saya dijombang kl natal, gereja dijaga Muslim..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Sejak 16 Pebruari 2013

    HTML hit counter - Quick-counter.net
  • Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.

    Bergabunglah dengan 25 pengikut lainnya.

    %d bloggers like this: