Monthly Archives: Agustus 2011

Subhanallah… 76 Kristen Filipina Ucap Dua Kalimat Syahadat

Rodelito, seorang warga negara Filipina yang merupakan penganut Kristen, mengenakan pakaian terbaiknya untuk menyaksikan perubahan hidupnya sendiri yang telah membulatkan tekad masuk Islam. Rodelito merupakan salah satu dari 76 warga Kristen Filipina yang masuk Islam.

Peristiwa besar tersebut berlangsung dalam acara Forum Ramadhan yang digagas Departemen Pariwisata dan Bagian Pemasaran Dubai pada Sabtu (13/8) pekan lalu. Dengan nada yang agak gugup, Rodelito dengan tegas mengucap dua kalimat syahadat, yang menjadi pembuka seorang menjadi Muslim, di atas panggung. Read the rest of this entry

Lebaran di Desa Muallaf Pulau Seram

Hari Raya Idul Adha nyaris berlalu lengang, jika saja Tim LAZIS Dewan Da’wah tak datang membawakan sapi kurban. Ade Salamun terperanjat. Saat Direktur LAZIS Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia ini masuk ke Masjid Al Ikhlas di Desa Solan untuk bergabung dengan jamaah shalat Maghrib, makmum di shaf paling belakang menoleh memperhatikannya. Lalu mereka kembali menghadap kiblat, melanjutkan shalat.

Keterkejutan Ade Salaman belum berakhir sampai di situ. Ketika jamaah mengaminkan Al Fatihah yang dibaca imam shalat, nada suara mereka terdengar bagai koor jemaat gereja.

Warga Desa Solan, Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Provinsi Maluku, sebagian besar memang mantan Nasrani. Solan (baca: solang) sendiri artinya ‘’hijrah’’.

Masyarakat Solan terdiri 88 Kepala Keluarga (KK) dengan 700 jiwa, yang tersebar di tiga dusun, yakni Dusun Solan, Bonfia Pante, dan Bonfia Gunung. Menurut Kepala Desa Solan, Abu Bakar As-Shiddiq, warga Dusun Solan semula beragama Kristen Protestan. Sedangkan warga Dusun Bonfia penganut animisme Hindu. Read the rest of this entry

Ahli psikoterapi Atheis kenamaan India menyatakan dirinya masuk Islam

Seorang ahli psikoterapi terkenal India menyatakan dirinya masuk Islam pada hari Kamis lalu.

Dr. Periyadarshan yang merupakan ahli psikoterapi dan seorang atheis, setelah memeluk agama Islam, ia mengganti namanya menjadi Abdullah, seperti dilaporkan Arab News pada hari Jumat.

Dr. Abdullah mengatakan dalam salah satu pernyataannya bahwa agama Islam adalah satu-satunya agama di dunia yang mengikuti kitab suci yang langsung diwahyukan dari Allah SWT. Read the rest of this entry

Jumlah pemeluk Islam di Gambia saat ini adalah 95%

Tepi sungai Gambia telah dihuni manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Menurut catatan sejarah, pada abad kelima (470) sebelum Masehi, beberapa orang Eropa kuno, dari suku Carthagenia (Kartago) berlayar ke Gambia. Dan menetap di sana serta menjdi pendorong utama berdirinya kerajaan-kerajaan di Afrika. Seiring jatuhnya Kekaisaran Romawi, terputuslah usaha bangsa Cathegenia di Gambia dan Afrika Barat, dan ketika Islam terbit dan berpengaruh luas di Afrika Utara pada abad ke-11, maka Islam akhirnya menyebar juga ke selatan, meliputi Senegal, Gambia, Mali dan seluruh Afrika Barat. Pengaruh Islam semakin besar, ketika pada abad ke-14 berdiri Kekaisaran Mali (Malinke/Mandinka) yang didirikan oleh Sundiata Keita, yang mempunyai pengaruh luas sampai ke selatan (Liberia dan Sierra Leone) dan ke barat sampai ke Senegal dan Gambia.

Gambia memang sangat unik, negara kecil seluas negara bagian Delaware Amerika Serikat, pernah dijajah Portugal, Belanda, Jerman, Perancis dan Inggris. Sebenarnya, suku Wolof, Malinke dan Fulani pada abad ke-13 adalah suku-suku pertama yang tinggal di daerah yang saat ini dikenal dengan Gambia. Dengan wilayah seluas 11.300 km2, beriklim panas, kering, hujan dan dingin, dihuni oleh sekitar 1.546.848 orang. 90% beragama islam (Sunni), 9% Kristen/Katholik, dan 1% Animisme. Agka pertumbuhan penduduk berkisar 2,98%, angka kelahiran 40,3 dan angka kematian 12,08 per-1000. Komposisi etnis 99% asli Afrika (Mandika 42%, Fulani 18%, Wolof 16%, Jola 10%, Serahuli dan lainnya 13%), non-Afrika hanya 1%. Bahasa nasional Gambia adalah Inggris, di samping itu dipergunakan bahasa lokal, antara lain Mandika, Wolof, dan Fulani. Read the rest of this entry

Islam di Pantai Gading

Jum’at, 6 Mei 2011, merupakan hari bersejarah bagi umat muslim Afrika, khususnya masyarakat Islam di pantai gading. Penantian mereka selama 50 tahun, agar negri tersebut dipimpin oleh seorang Muslim terwujud sudah. Mahkamah Agung (MA) Pantai Gading, menetapkan Alassane Ouattara sebagai presiden, lima bulan setelah ia memenangkan pemilu. Alassane Ouattara, menjadi presiden ke empat Cote d’Ivoire, sekaligus menjadi presiden muslim pertama di salah satu Negara Afrika Barat yang dihuni oleh lebih dari 17 juta jiwa. Menurut situs Islamonline, mayoritas penduduk Pantai Gading adalah muslim yaitu sebanyak 60%, 22% Kristen (Katolik) dan 18 % animis. Sehingga, kemenangan Outtara merupakan kemenangan umat Islam pantai gading, dan harapan baru kejayaan Islam di bekas wilayah kerajaan Islam Mali.

Memang perjalanan umat Islam di Pantai Gading sangat berat, penuh perjuangan serta pengorbanan Tercatat semenjak Felix Houphouet-Boigny membangun negara Pantai Gading dengan penuh toleransi, pasca kemerdekaanya dari prancis pada 7 Agustus 1960. Penerusnya yaitu Henri Konan Bedie dan Laurent Gbagbo mengawali sejarah diskriminasi agama dan suku, khususnya konflik antara wilayah utara yang mayoritas muslim dengan selatan yang dihuni oleh umat Kristiani. Diawali dengan sosok Bedie yang sangat sektarian, yaitu dengan memunculkan program kebanggaan atas kemurnian bangsa Pantai Gading, sehingga ia pun mulai menyingkirkan para pendatang dari Mali dan Burkina Faso, penduduk Pantai Gading Utara, yang merupakan mayoritas muslim. Ditambah lagi, ketika penggantinya Gbagbo menolak menyerahkan kekuasaan kepada Ouattara setelah kalah dalam pemilu presiden pada tahun 2010, maka negara bekas jajahan prancis ini jatuh ke pusaran konflik saudara. Dalam kurun waktu tersebut, lebih dari seribu orang tewas dan puluhan ribu lainnya terpaksa mengungsi. Read the rest of this entry

  • Sejak 16 Pebruari 2013

    HTML hit counter - Quick-counter.net
  • Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.

    Bergabunglah dengan 26 pengikut lainnya.