Alhamdulillah…Keluarga Keturunan Tionghoa di Indonesia Kian Terbuka Terhadap Islam

Syiar Islam di kalangan keturunan Tionghoa mulai menuai hasil. Hal itu terlihat dari keterbukaan di sebagian keluarga Tionghoa untuk mengenal Islam. Demikian diungkapkan Humas sekaligus pengurus Masjid Lautze dan Yayasan Ali Karim Oei, Yusman Alfian kepada republika.co.id, Saat dihubungi via sambungan telepon, Senin (11/7).

Dikatakan Yusman, sudah menjadi hal umum di masjid Lauzte melihat keluarga yang kebetulan non Muslim ikut melihat secara langsung proses pembimbingan anggota keluarganya yang kebetulan memeluk Islam. Kondisi itu, menurut Yusman, merupakan kemajuan yang patut disyukuri. Sebab, selama ini banyak kisah yang memilukan terkait perlakuan keluarga terhadap anggotanya yang memutuskan untuk memeluk Islam.

“Sikap mereka patut diapresiasi, apalagi mereka juga tak segan bertanya soal program pembinaan,” kata dia.

Menurut Yusman, kebanyakan pandangan mereka soal Islam cenderung positif. Mereka bahkan detail menanyakan apapun guna mempermudah anggota keluarganya yang tengah mengikuti pembinaan. “Sebagian mereka bahkan berpesan kepada anggota keluarganya untuk tidak memeluk Islam secara asal-asalan,” kata dia.

Namun, tambah Yusman, keberhasilan itu belumlah capaian akhir. Sebab, masih banyak pekerjaan rumah bagi umat Islam untuk lebih mendekatkan diri lagi kepada kalangan tionghoa. Pendekatan yang dimaksud adalah tidak memeta-metakan umat Islam berdasarkan asal usulnya. “Ya, harapannya, tidak ada embel-embel dibelakang Muslim, seperti misal Muslim Tionghoa,” kata Yusman.

Sementara itu, jumlah keturunan tionghoa yang memutuskan memeluk Islam terus bertambah. Menurut Yusman, setiap minggunya minimal ada dua orang yang mengucapkan dua kalimat syahadat. Dengan demikian, bila dikalkulasi perbulannya, jumlah keturunan tionghoa yang memeluk Islam mencapai 40 orang dalam sebulan. Namun, dia belum bisa menyebutkan berapa jumlah mualaf yang bersyahadat sepanjang Januari-Juli 2011.

“Kami belum mengkalkulasinya, tapi alhamdulillah, setiap minggunya pasti ada yang bersyahadat,” kata dia.

Dikatakan Yusman, tidak semua individu yang bersyahadat berasal dari Jakarta saja tapi juga berasal dari kawasan Bogor, Tangerang, Depok dan Bekasi. “Cukup beragamlah,” kata dia. Yang terpenting, kata dia, individu yang bersyahadat tidak hanya berasal dari kalangan Tionghoa tapi juga kalangan pribumi lain.

Dari sini

About these ads

Posted on Juli 13, 2011, in Minoritas. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Sejak 16 Pebruari 2013

    HTML hit counter - Quick-counter.net
  • Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.

    Bergabunglah dengan 25 pengikut lainnya.

    %d bloggers like this: